Mulut mentah ku hanya menjadi sumpah serapah
Coretan tangan ku mengalir menjadi Puisi sampah
Senyum dan lepas tawa Ku berubah menjadi benci dan amarah
Dasar bedebah..!!!
Puih PLN semakin menjadi-jadi..
Semalam dirumah terjadi pemadaman listrik lagi, dan kegelapan pun menemani perutku yg lagi kelaparan,,
Eh.. Paginya sekitar pukul 10 padam lagi,, yah walaupun hanya sebentar tapi ulah PLN hari ini membuat saya sangat-sangat kecewa. Dan satu dampak nyata dari seringnya pemadaman akhir-akhir ini, TV saya jadi rewel, dalam tanda kutip sedikit rusak. TV tersebut kadang bisa on kadang gak bisa, dan nyala-pun cukup bikin dongkol, harus nunggu, setidaknya nunggu kurang lebih 2 jam.. dan terkadang gak mau nyala seharian..
Klo sudah begini siapa yang mau bertanggungjawab..???!!
Sejak Senin malam di wilayah saya (Palu timur) PLN setidaknya 5 Kali telah melakukan pemadaman listrik. Berbagai caci-maki terucap dari masyarakat yang daerahnya kena pemadaman listrik. Yah suatu hal yang wajar, mengingat pemadaman dilakukan lebih intens dari biasanya dengan limit waktu yang cukup lama. Klo sejam-dua jam masih dapat dimaklumi, tapi kalau setiap harinya hampir genap 12 jam kan gak mengenakan. Jadi sangat wajar kalau warga kota Palu menunjukan amarahnya, yah untung saja tidak melakukan tindakan anarkis, seperti kejadian-kejadian tahun lalu dengan merusak cabang layanan pembayaran tagihan rekening listrik yang ada di sekitaran Palu Plaza.
Tidak hanya wilayah Palu Timur yang mengalami pemadaman listrik, tapi wilayah Palu barat, utara dan selatan juga mendapat jatah giliran. Dari Frekuensi Radio, saya memonitor setidaknya setiap wilayah mendapat jatah yang sama rata, kalau Wilayah Saya Padam, 2 Wilayah lainnya oN, dan begitu sebaliknya.
Hal seperti ini pasti sangat tidak menguntungkan untuk kemajuan perekonomian di kota Palu yang kita cintai, setidaknya industri-industri kecil merasa terganggu dari dampak pemadaman listrik tersebut, artinya yah kita jadi kurang efektif dalam menyelesaikan pekerjaan, beruntung yang mempunyai mesin generator sendiri. *Gak ada untungnya dodol, kita jadi mengeluarkan biaya extra untuk beli bahan bakar* begitulah kata seorang bapak yang sempat berbagi pengalaman kemarin. Lain lagi kata temen saya, gara2 pemadaman di pagi hari, temen saya ntuh jadi gak mandi ke kampus. Pokoknya banyak deh yang merasa terganggu termasuk saya, setidaknya pekerjaan saya banyak yang tertunda akibat pemadaman tersebut.
Yah kita sebagai masyarakat berharap ada perbaikan pelayanan dari pihak PLN atau pihak-pihak terkait.
Bisa gak yah,,,???
Dibisakan donk,,,???
Dibiasakanlah,,,!!! Kemampuan PLN kita cuman segitu mangkale... L
semalam itu kan tanggal 15 *apa hubungan buD* sepertinya ada yang sepesiale malam itu di jajaran kafe2 di Taman Ria Palu, ada sekelompok remaja dan beberapa anak kecil melakukan sosialisasi dan demo tetabuhan musik tradisional rabana dengan kekuatan budaya kaili. Dan sangat disayangkan saya gak membawa kamera atau alat perekam lain untuk merekam aksi-aksi menarik mereka, semoga lain kali saya bisa merekam moment tersebut..
nah setelah demo berakhir, mereka membagi-bagikan selebaran. Dan hal ini yang pengen buDhi bagi sama temen-temen bloger, semoga bermamfaat. Gak ada maksud lain sih buDhi cuman ingin jadi perpanjangan tangan dari temen-temen yang berjuang untuk tetap melestarikan budaya leluhur, walaupun aslinya saya bukan orang Palu *Suku Kaili*
NOMPAELO “Mencari Format Baru Berkesenian“ *begitulah chapter buletin yang dibagi-bagikan ke pengunjung Taman Ria Palu semalam* adapun isinya seperti ini
:: Konsep Lima Belas
PALU – Setiap orang punya terjemahan berbeda terhadap hitungan hari. Mungkin ada yang menghargai karena memang tanggal 15 adalah hari kelahirannya. Lain lagi dengan orang kaya yang memiliki 15 rumah, atau plat mobilnya nomor 15, atau istri 15.
Tetapi yang mendasar dengan konsep 15 ini adalah, hari yang kita lewati dalam sebulan dalam 30 hari, jika tanggal 15 biasanya banyak pengeluaran atau mungkin akan ada pemasukan. Tanda tanya akan terus bertanya tentang 15 hari berikutnya. Apakah ada kejadian lagi, perang saudara, teror bom, bencana banjir, atau masalah hutang yang harus segera di bayar, atau mau tagih hutang.
Konsep 15 saya peringati keras dan tegas membawa misi berjuang dengan kekuatan seni, dan seni untuk perjuangan. Jika orang tanggal 15 berbahagia saya hiasi dengan cerita duka di Negeri yang kaya ini.
Masih banyak yang tergusur dengan kekayaannya, masih banyak yang tertindas dengan kebebasannya.
Bukankah setiap yang bernyawa ingin merasakan kemerdekaan. Untuk menggambarkan kehiidupan teluk nelayan teluk Palu. Tanggal 15 ini akan saya bawa dalam performing Art. Nompaelo
PERTUNJUKAN AKAN DATANG BULAN FEBRUARI TANGGAL 15 TAHUN 2008 DI GEDUNG HASAN BAHASYUAN
:: Musisi Pesisir Rabana di tengah Peradaban
Menghargai proses berkesenian yang genap 10 tahun sejak meleburkan diri dalam konteks kekinian. Telah lebih 7 tahun lamanya bergaul dalam warna musik barat. Mencoba mencari format baru yang berbasis dari timur. Masih banyak budaya kita yang belum digali, masih banyak yang tidak tersentuh tangan arif, kemana kita berteriak apakah budaya harus bangkit tanpa ada sekat ruang dan waktu??? Nompaelo
:: Rabana Buluri Mengantar Zaman
Buluri – Rabana dalam siar Islam sebagai media dakwah untuk membawa amanah kebenaran dimuka bumi. Rabana dengan kekuatan budaya kaili yang beragama Islam menjadi dicintai masyarakat dan sementara ini melawan kepunahan.
Kebanyakan pemainnya adalah mereka yang berusia lanjut. Kini Buluri mencari format baru dengan mewariskan kepada anak cucu mereka. Mereka dulunya pernah tenar kini mulai memasyarakat dan dicintai masyarakat lembah Palu.
PELATIHAN GIMBA SETIAP HARI MINGGU DI GEDUNG BAHASYUAN, TAMAN RIA PALU
CEPAT DAFTAR, HUB. PEDATI 085656504620
Maap yah temen-temen di Pedati, Nompaelo, Smiet Lalove, buDhi gak minta izin dulu buat nge-publis buletin kalian. Ini hanya bentuk refleksitas dari seorang buDhi, dan maap juga kalau naskahnya ada yang sedikit ditambah gak banyak kok *Yang di tambahin hanya yang di beri strikethrough* takutnya nanti kalau terlalu banyak diperbaiki, dirubah, atau ditambahi merusak keaslian naskah yang telah dibuat temen-temen.
Nah akhir kata gimana dengan temen-temen??!! beri komentarnya donk mengenai event atau postingan diatas... Di tunggu yah???
Ntah apa yang ada di benak ku semalam, gak biasanya mikirin aneh2. dan emang bener terasa aneh, karena yang ngajak janjian makhluk aneh yang saya kenal bernama Anton,,, *upss..sory bro, just kidding, he3x* tapi memang bener sih, loe makhluk aneh yang gue kenal bro. Klasik, unik, antik, karakter kayak loe langka men, he..he..he..
Lanjut cerita, Pukul 08.00 malam waktu Palu, temen saya ntuh nyambangi kerumah, sedikit basa-basi dan akhirnya minta tolong scan virus hdd externalnya trus minta beberapa koleksi software gratisan. 15 menit kemudian saya, dia dan salah seorang temennya *gak tau syapa namanya* sudah kongko-kongko di salah satu kafe di bilangan Taman Ria Palu. *kafe atau apapun namanya, yang jelas masyarakat palu sih nyebutnya seperti itu*
Aneh??? gak biasanya temen saya ini ngajak ngobrol di tempat seperti ini, singkat cerita katanya sekedar ngajak nikamati angin malam di tepi pantai tersebut sembari sharing tentang dunia internet, magazine, dan masalah yang menimpa dirinya..
Dan yang bikin *kosong* “sejauh mata hati menerawang, sejauh mata memandang, menembus cakrawala, membawa angan ku terbang melayang, kosong... ku tatap seraut wajah tercermin.. $%&^*&)(_
Walah ne’ kok jadi ngelantun singlenya Astrid – Kosong, maksudnya sedikit ngerubah skenario biar ilustrasinya alur cerita lebih keliatan real githo, he..he..hikx..Saling tatap, diam sesaat, mencari arti, dan solusi dan tak ayal dapat sedikit celah, walau harapannya sangat kecil, terlalu rumit bagi tingkat IQ kayak kita berdua, maklum masih newbie harusnya sih bertanya sama orang yang lebih mahir dan pengalaman di dunia hacking..
Kakak, om, bapak, master-mister tolongin kita donk... *Wah Frend kita kudu cari hacker sejati nih,,,tapi yang sopan gitu*, *emang ada yah????*
Dan akhirnya senada dengan waktu yang terus bergulir, kita hanya bisa mengukir cerita di tempat ini, kita pulang deh...
| Previous Page | Next Page |




