Sedikit mengisi
ruang,,,,
hampir genap 3 pekan
sudah buDhi gak berkacamata. Bukan maksud malu atau merubah image karena sering
dibilang ngikut gaya Afgan, jujur buDhi bukan poser (*pesolek) atau korban
mode, tapi lebih dikarenakan Kacamata satu-satunya, barang berharga yang
melekat pada buDhi, yang saban hari setia nempel melek depan kompie, melek
depan tV, melirik gadis-gadis, orang, anak-anak lagi main, gunung-gunung, laut,
pasar, kampus, sekolah, semua deh, yang terkadang bikin bahagia, damai, dan
terkadang membuat hati sedih, miris melihat fenomena hidup.
Dan sekali-kali
berdecak bangga, samar-samar terdengar bisikan “cowok cakap, innocent with
sunglasses“ hi...hii..hi....
Walahhh, kembali ke
topik!!
buDhi gak pake
kacamata, gara-gara terima sms. Lah kok bisa????
Dalam perjalanan
pulang rumah setelah seharian kerja komputer anggota kepolisian (POLDA), di
tengah perjalanan hape berdering, tanpa pikir panjang berhenti, eh pas buka
helmet jatuh tuh kacamata. buDhi cuek ajah palng jatuh gak jauh. Setelah baca
sms, turun dari motor, nyari-nyari, senter-senter (bahasa apaan senter bud? Udh
ngarti ajah deh..) dengan lampu hape, aduh sialnya kagak jelas juga.. mungkin
mata udah lelah banget jadi penglihatan kurang fokus.
Inisiatif pake pake
lampu motor utk nyari tuh kacamata, eh gak taunya disitu awal musibahnya,
kacamata buDhi kelindas ban motor sendiri.. apes banget deh, walhasil pulang
rumah tanpa kacamata, berhubung mata udah minus alias rabun ditambah mata udah
lelah banget, sepanjang perjalanan penuh dengan aksi sport jantung. Untung
kagak masuk parit, untung gak kena ranjau kawah candradimuka (*jalanan
berlubang dan berkebang), dan untungnya selamat sampai dirumah. Maklum kota
Palu tercintah masih mengalami krisis penerangan (*Listrik), jadi dalam
perjalanan pulang rumah di temani jalanan kota gelap gulita, jangankan lampu
jalan, komplek perumahan saja gelap karena jatah pemadaman listrik.
Sejak kejadian malam
itu jadi gak berani keluar rumah malam tanpa pake kacamata. Nah untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan buDhi hunting ke toko kacamata
(*optik). 1-2 toko dah dimasuki, ternyata harganya mahal banget, dana buDhi gak
cukup buat ganti kacamata nih. Yang dari pada sia-sia coba-coba nge-chek mata..
hasil ya ampunnnn, mata buDhi naik minus 3, aduh gawat nih ntar lagi bisa buta
nih mata...
Hari-hari berikutnya
masih tanpa kacamata, keadaan tambah gawat saraf belakang kepala jadi lebih
sering sakit, pelipis mata seperti dapat beban, berat banget rasanya. Dalam
hati berharap 27 desember nanti dapat kacamata pengganti sebagai hadiah ulang
tahun, eh udah dekat tahun baru belum juga dapat..
2 hari kemarin
browsing diinternet dapat referensi harga dan model-model frame kacamata,
harganya wajar dengan model frame terbaru. Niatan mau belanja online, terhalang
oleh ketakutan kejahatan penipuan via internet.
Tiba masa tiba akal,
sebenarnya tidak ada korelasi dengan peribahasa tersebut, he..he... memenuhi
janji buat traktir doi karena katanya buDhi uLtah terpaksa jalan disatu tempat,
yang katanya Mall. Eh di satu sudut, buDhi tertarik dengan frame kacamata yang
dipajang disalah satu optik, optik seis namanya, tanpa pikir panjang masuk
deh.. tanya2, konsultasi, periksa, transaksi, akhirya besok buDhi udah pake
kacamata lagi...
Semoga tambah cakap,
intelek, muda, dan gaya.. ha...ha...ha.....
[buDhi] went on a journey at 07:56 pm
[comments] [comment data]
..one man, one space, one mission..
| previous page | bloghome | next page |

