Tak terasa sudah seminggu waktu berlalu, setelah touring ke Parigi saya memutuskan untuk menuliskan perjalanan tak ber-kompas tersebut kedalam ruang ini. Tapi sayang angan hanya bisa jadi lamunan, dan kisah segar pun hanya bisa terlintas dalam mimpi-mimpi tidur malam tak nyaman.
Hari-hari menyesakkan membuat kesempatan untuk blogging tak pernah ada, pekerjaan tak lebih dari sekedar hobbi yang membuat mabuk kepayang, mual-muntah, maag sampai sakit gigi menyerang ku bertubi-tubi tak ada belas kasihan pada tubuh kurus ku.
Hari ini, minggu sore. Sore menjelang malam diriku meringis menahan gusi sakit ku, serangan penyakit yang rasa sakitnya sering di banding-bandingkan dengan sakit hati, serangan penyakit sejak minggu pagi tak henti-hentinya meneror ku hari ini.
Sakitnya kambuh karena pengkhianatan kepercayaan..
Sakitnya kambuh karena caci-maki yang tak tersampaikan..
Sakitnya kambuh karena amarah terpendam..
Sakitnya kambuh karena sakit hati tak terperikan..
Akhirnya ku tempuh menyendiri di kamar, mendengarkan nada-nada harmoni suara Emha Ainun Najib...
Ajib-ajib.. aneh bin ajaib sakitnya sedikit menghilang... L
Â
| Leave a Comment: |
| Previous Entry | Home |




